Semesta Mendukung

Semesta Mendukung

Nilai Kritikus
––
Nilai Pengguna
––
Rating Kamu
Beri Nilai

Ikhtisar

Muhammad Arief (Sayef Muhammad Billah), anak dari keluarga miskin di Sumenep, Madura, memiliki kecintaan mendalam terhadap sains, terutama fisika. Meskipun jauh dari kota besar dan bersekolah dengan fasilitas terbatas, Arief tak pernah surut semangat. Ia tinggal bersama ayahnya, Muslat (Lukman Sardi), mantan petani garam yang kini menjadi sopir truk karena ladang garam mengalami paceklik. Ibunya, Salmah (Helmalia Putri), bekerja sebagai TKW di Singapura. Sepulang sekolah, Arief bekerja di bengkel untuk mengumpulkan uang guna mencari ibunya.

Dukungan Ibu Tari Hayat (Revalina S Temat), guru fisika yang berdedikasi, mendorong Arief untuk mengikuti seleksi olimpiade sains di Singapura dengan agenda tersembunyi: menemukan ibunya. Seleksi di Jakarta dipimpin Pak Tio Yohanes (Ferry Salim) dan dibantu Deborah Sinaga (Febby Febiola). Di tengah persaingan, Arief menjalin persahabatan dengan Muhammad Thamrin (Angga Putra) dan Clara Annabela (Dinda Hauw), sekaligus menghadapi rivalitas dengan Bima Wangsa (Rangga Raditya) dan Erwin Manik (Rendy Ahmad). Arief juga belajar dari Cak Kumis (Indro Warkop), penjual ketoprak, tentang makna kehidupan. Pak Tio menanamkan keyakinan MESTAKUNG, bahwa jika seseorang yakin dan berusaha, semesta akan mendukungnya.

Sutradara

John De Rantau

Link Nonton

Loading

Kontribusi Anda sangat berarti! Bantu kami dengan mengunggah trailer resmi atau klip.

Unggah Trailer atau Klip

Revalina S Temat

sebagai Ibu guru Tari

Angga Putra

sebagai Thamrin

Agus Hadi Sudjiwo

sebagai Cak Alul

Helmalia Putri

sebagai Salmah

Zawawi Imron

sebagai Pak Nurdin

Omeyga Rossye

sebagai Anna

Rangga Raditya

sebagai Bima

Rendy Ahmad

sebagai Erwi

Indrojoyo Kusumonegoro

sebagai Cak Kumis

Sheina Abdat

sebagai Cut Mutia

Febby Febiola

sebagai Mbak Desi

Ferry Salim

sebagai Pak Tio Yohanes

Lukman Sardi

sebagai Muslat

Terakhir Dilihat