Nusantara abad 16, tiga abad setelah keruntuhan Sriwijaya, muncul kerajaan-kerajaan kecil yang saling berebut kekuasaan. Kedatuan Bukit Jerai dipimpin oleh Dapunta Hyang Mahawangsa dan permaisurinya, Ratu Kalimanyang, memiliki dua putera: Awang Kencana dan Purnama Kelana. Dapunta, yang sudah tua, memilih Purnama sebagai pengganti karena kemampuannya yang cerdas dan visioner, berbeda dengan Awang yang hanya mengandalkan kekuatan militer. Merasa terancam, Awang menjebak Purnama dengan menuduhnya membunuh Dapunta. Purnama ditangkap, namun berhasil melarikan diri dengan bantuan sahabat-sahabatnya. Terdesak, Purnama jatuh ke sungai dan dianggap tewas. Ia diselamatkan oleh Malini, putri Ki Goblek, mantan Tumenggung yang kini menjadi pemimpin perampok. Setelah kematian Dapunta, Awang dinobatkan sebagai raja dan berusaha membasmi kelompok perampok. Namun, Purnama, Malini, dan delapan perempuan penenun songket bersiap untuk membalas dan merebut kembali tahta Kedatuan Bukit Jerai.
sebagai Byan
sebagai ...
sebagai ...
sebagai Bayan Kabul
sebagai Taruh Hitam
sebagai Tabib
sebagai Dapunta Hyang Mahawangsa
sebagai Endang Wangi
sebagai Pati Duta
sebagai Ratu Kalimanyang
sebagai Ki Goblek
sebagai Nyai Rupo
sebagai Malini
sebagai Purnama Kelana
sebagai Awang Kencana
sebagai Srudija
Belum ada ulasan dari kritikus.
Belum ada ulasan dari pengguna.