10 Film Indonesia Terbaik Karya Joko Anwar

Joko Anwar adalah salah satu sutradara dan penulis paling berpengaruh di perfilman Indonesia modern. Ia dikenal karena mengerjakan film Indonesia horor terbaik, film thriller psikologis Indonesia, film drama Indonesia, dan film aksi Indonesia dengan narasi yang jelas dan pengembangan karakter yang kuat.

Daftar ini menampilkan 10 film terbaik yang ditulis dan/atau disutradarai Joko Anwar, termasuk film Indonesia populer dan berkualitas yang mendapatkan pengakuan kritis maupun popularitas penonton.

Beberapa film horor yang penting termasuk Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam. Gundala adalah adaptasi komik Indonesia dalam genre film superhero Indonesia, sementara A Copy of My Mind dan Pintu Terlarang menunjukkan kemampuan Joko Anwar dalam film drama psikologis Indonesia.

Kesepuluh film dalam daftar ini merupakan karya utama Joko Anwar yang menampilkan kontribusinya dalam perfilman Indonesia, baik sebagai sutradara film Indonesia maupun penulis skenario film Indonesia.

  • ––
  • 2017
  • 107 menit

Rini dan keluarganya terpaksa pindah ke rumah nenek di luar kota setelah rumah mereka dijual demi biaya pengobatan ibunya yang sakit misterius selama tiga setengah tahun. Kepergian ibunya membawa keluarga ini pada keputusasaan finansial. Ayah Rini kemudian meninggalkan mereka untuk mencari pekerjaan, tetapi kepergiannya menandai dimulainya teror mengerikan. Sosok hantu menyerupai almarhum sang ibu mulai menghantui Rini dan ketiga adik lelakinya. Perlahan, Rini menguak sebuah rahasia kelam: keluarga mereka pernah terlibat dalam perjanjian hitam yang berbahaya. Kini, demi kelangsungan hidup, Rini dan adik-adiknya harus menyibak misteri gelap masa lalu keluarga mereka.

  • ––
  • 2019
  • 106 menit

Maya (Tarao Basro) berjuang untuk bertahan hidup di kota besar tanpa dukungan keluarga, ditemani satu-satunya sahabat setianya, Dini (Marissa Anita). Bersama-sama, mereka menghadapi berbagai kesulitan demi memperbaiki nasib. Suatu hari, Maya mendapat kabar bahwa mungkin ada harta warisan dari keluarganya yang kaya di sebuah desa terpencil. Tanpa ragu, Maya dan Dini memutuskan untuk pergi ke sana, tidak menyadari bahaya yang mengintai di balik harta yang dijanjikan.

  • ––
  • 2019
  • 123 menit

Sancaka (Abimana Aryasatya) telah menjalani kehidupan di jalanan sejak kehilangan ayah dan ibunya. Ditempa oleh kerasnya kehidupan, ia mengasah kemampuannya untuk bertahan hidup dengan tidak memperdulikan orang lain, fokus hanya pada keselamatan dirinya. Namun, ketika ketidakstabilan kota meningkat dan ketidakadilan meluas di seluruh negeri, Sancaka dihadapkan pada pilihan sulit: tetap berlindung di zona amannya atau melangkah maju sebagai Gundala untuk membela mereka yang tertindas.

  • ––
  • 2016
  • 118 menit

Sari, seorang pekerja salon kecantikan, menemukan hiburan dalam DVD bajakan. Namun, ia sering kali menghadapi terjemahan yang buruk. Suatu hari, keluhannya kepada penjual membawa pertemuannya dengan Alek, seorang pembuat terjemahan DVD bajakan. Mereka segera jatuh cinta dan menciptakan dunia mereka sendiri, terpisah dari hiruk-pikuk kampanye presiden yang penuh gejolak.

Ketika bos Sari meminta agar ia pergi ke penjara untuk memberikan perawatan wajah kepada seorang narapidana yang memiliki banyak koneksi di kalangan elit, Sari menerima tantangan tersebut. Narapidana itu dipenjara karena kasus korupsi. Namun, saat tiba di penjara, Sari terkejut menemukan sel yang tidak kumuh, melainkan ruang terawat dengan AC, home theater, dan koleksi DVD yang mengesankan.

Di antara koleksi tersebut, Sari menemukan sebuah DVD menarik dan mencurinya, tanpa menyadari bahwa rekaman itu mengandung bukti yang mengaitkan narapidana tersebut dengan beberapa pembantu dekat salah satu calon presiden. Ketika Sari dan Alek menyadari konsekuensi dari tindakan mereka, sudah terlambat. Bahaya mengancam mereka berdua.

  • ––
  • 2005
  • 85 menit

Meski tidak terlalu mencolok, film ini menampilkan kecintaan sutradara terhadap dunia perfilman. Tokoh utama, Joni (Nicholas Saputra), seorang pengantar rol film antarbioskop, dan Pak Ucok, proyeksionis, menjadi sarana untuk mengekspresikan tema ini. Joni bertekad untuk selalu tepat waktu dalam mengantar rol film, sebagai bentuk kecintaan pada pekerjaannya, yang dia anggap sebagai silaturahmi sosial. Namun, ia terjebak dalam serangkaian kebetulan yang menghalangi misinya. Daya tarik Joni semakin meningkat ketika ia mendapatkan perhatian dari Angelique (Mariana Renata), seorang penonton cantik. Perjalanan Joni menemui rintangan: sepeda motornya dicuri, ia berusaha membantu gadis yang dirampok, tetapi malah berhadapan dengan komplotan perampok, serta dikejar warga kampung yang menuduhnya maling. Akibatnya, rol film yang harus diantar terlambat, membuat penonton marah dan pulang, kecuali Angelique yang tetap menonton rol terakhir bersama Joni.

  • ––
  • 2019
  • 81 menit

Peter (Ferry Ardiansyah), bersama istrinya Jenny (Rheina Ipeh), putri mereka Lisa (Salshabilla Adriani), dan pacarnya Michael (Alzi Markers), bersiap untuk menghabiskan long weekend dengan berkemah di daerah terpencil di luar Jakarta. Namun, perjalanan mereka mendadak berubah mencekam ketika mengalami kecelakaan di tengah hutan yang sunyi. Dengan hujan yang segera turun, mereka berusaha mencari tempat berlindung dan akhirnya menemukan sebuah rumah misterius. Rumah itu menyimpan cerita kelam tentang seorang anak yang pernah meninggal dan kemudian dihidupkan kembali melalui ritual misterius.

  • ––
  • 2009
  • 120 menit

Hidup seorang pematung sukses, Gambir (Fachri Albar), berubah drastis ketika ia mulai menerima pesan-pesan misterius yang memintanya untuk membantu. Melalui tayangan TV ilegal yang menyoroti kamera tersembunyi di rumah-rumah, ia mengetahui bahwa anak laki-laki berusia 7 tahun sedang disekap dan disiksa oleh dua orang tak dikenal. Dalam upayanya untuk menemukan anak tersebut, Gambir mulai curiga bahwa istrinya, Talyda (Marsha Timothy), mungkin terlibat dalam misteri ini. Ketika pencarian semakin intens, Gambir dihadapkan pada pilihan sulit: menyelamatkan anak itu atau kehilangan segalanya, termasuk hidupnya. Apa pun yang ia pilih, kengerian dan bencana berdarah menanti di ujung pencariannya, menguji batas keberanian dan pengorbanannya.

  • 6.5
  • 2025
  • 118 menit

Edwin (Morgan Oey) berjanji kepada kakaknya yang telah meninggal untuk menemukan keponakannya yang hilang. Dalam usahanya, ia menjadi guru di SMA Duri, sebuah sekolah bagi anak-anak bermasalah. Di sana, Edwin harus menghadapi murid-murid yang paling beringas, sambil terus mencari keponakannya. Ketika akhirnya ia berhasil menemukan sang keponakan, kerusuhan melanda seluruh kota, memaksa mereka terjebak di sekolah. Bersama-sama, mereka harus bertahan melawan murid-murid brutal yang kini mengincar nyawa mereka.

  • ––
  • 2024
  • 117 menit

Setelah kedua orang tuanya menjadi korban bom bunuh diri, Sita kehilangan kepercayaannya terhadap agama. Sejak tragedi itu, dia memiliki satu tujuan dalam hidupnya: menemukan orang yang dianggap paling berdosa. Ketika orang tersebut meninggal, Sita berencana ikut masuk ke dalam kuburnya untuk membuktikan bahwa siksa kubur tidak ada dan agama hanyalah ilusi. Namun, Sita harus menghadapi konsekuensi mengerikan yang menanti mereka yang memilih untuk tidak percaya.

  • ––
  • 2003
  • 127 menit

Ingin menggambarkan kehidupan manusia-manusia berusia 30-an di Jakarta, film ini menyoroti pertemuan arisan sebagai ajang berkumpul yang menunjukkan kemapanan hidup. Namun, di balik facade tersebut, anggota arisan menyimpan berbagai masalah pribadi. Tiga sahabat lama—Sakti (Tora Sudiro), Meimei (Cut Mini Theo), dan Andien (Aida Nurmala)—masing-masing berperan sebagai arsitek, desainer interior, dan ibu rumah tangga aktif dalam kegiatan sosial elit. Meimei berusaha menyelamatkan pernikahannya dengan memberi suaminya seorang anak, menelan pil subur setiap hari. Sakti, dari keluarga Batak terpandang, adalah seorang gay yang berharap bisa mengubah dirinya melalui terapi psikiater, berusaha menipu ibunya dan teman-temannya. Kehadiran sepupunya, Lita (Rachel Maryam), menambah tekanan pada Sakti. Sementara Andien percaya bahwa status "socialite" akan membawanya bahagia, ia malah terjebak dalam perselingkuhan sebagai pelarian dari sakit hati. Dalam arisan, mereka semua berusaha melupakan masalah dan berpura-pura bahagia.