Rekor Box Office Indonesia: Film Paling Banyak Ditonton di Bioskop

Selamat datang di daftar 15 film Indonesia terlaris dengan jumlah penonton terbanyak di bioskop sepanjang masa. Kurasi ini dibuat agar mudah dibaca dan membantu Anda menemukan rekomendasi film Indonesia terbaik tahun ini serta memahami tren box office Indonesia terbaru.

Di sini Anda akan menemukan berbagai genre populer yang sering dicari penonton, seperti komedi Indonesia terlucu dengan jumlah penonton terbanyak, film horor Indonesia fenomenal yang diangkat dari kisah nyata, drama keluarga Indonesia yang sukses menguras air mata, serta film drama romantis remaja Indonesia yang bikin baper. Tidak ketinggalan biopik tokoh inspiratif Indonesia dan film Indonesia berkualitas yang sukses di pasar internasional.

Daftar ini bukan sekadar peringkat. Setiap judul menyoroti momen penting dalam sinema lokal Indonesia, termasuk film yang memecahkan rekor box office Indonesia, berhasil menarik lebih dari 10 juta penonton, dan menjadi pembicaraan di seluruh negeri. Film-film ini menunjukkan bagaimana selera penonton Indonesia berkembang dan bagaimana sineas lokal terus meningkatkan kualitas produksinya.

Gunakan daftar ini sebagai panduan untuk menjelajahi film Indonesia paling laris dan berpengaruh. Temukan film yang sesuai dengan selera Anda, mulai dari film lucu Indonesia, film horor menegangkan, hingga film drama menyentuh hati.

  • 8.5
  • 2025
  • 102 menit

Putus asa untuk membuktikan dirinya lebih dari sekadar remaja bertubuh besar yang belum pernah meraih kemenangan, Don bertekad memenangkan pertunjukan bakat lokal dengan menampilkan sandiwara panggung yang terinspirasi dari buku cerita peninggalan orang tuanya. Namun, saat buku itu dicuri oleh seorang perundung, kemunculan arwah anak kecil mengubah segalanya. Arwah tersebut meminta bantuan Don untuk bersatu kembali dengan orang tuanya di alam lain. Bersama teman barunya, Don memulai petualangan seru yang mengajarkan mereka arti persahabatan sejati dan keberanian dalam menghadapi tantangan.

  • ––
  • 2022
  • 121 menit

Enam mahasiswa yang melaksanakan KKN di sebuah desa terpencil, Nur (Tissa Biani), Widya ( Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy) dan Wahyu (M Fajar Nugraha) tidak pernah menyangka kalau desa yang mereka pilih ternyata bukanlah desa biasa. Pak Prabu (Kiki Narendra), kepala desa, memperingatkan mereka untuk tidak melewati batas gapura terlarang. Tempat misterius itu mungkin ada hubungannya dengan penari cantik yang mulai menganggu Nur dan juga Widya. Satu persatu mulai merasakan keanehan desa tersebut. Bima pun mulai berubah sikap. Program KKN mereka berantakan. Tampaknya penghuni gaib desa tersebut tidak menyukai mereka. Nur akhirnya menemukan fakta bahwa salah satu dari mereka melanggar aturan yang paling fatal di desa tersebut. Teror sosok penari misterius semakin menyeramkan. Mereka meminta bantuan Mbah Buyut (Diding Boneng) dukun setempat. Terlambat. Mereka terancam tidak bisa pulang dengan selamat dari desa yang dikenal dengan sebutan desa penari itu. (Film Indonesia)

  • ––
  • 2024
  • 119 menit

Empat sahabat penjaga rumah hantu di Pasar Malam bertekad mengubah nasib dengan mencari cara baru untuk menakuti pengunjung demi menyelamatkan diri dari kebangkrutan. Sayangnya, upaya Bene, Jegel, Boris, dan Oki berujung tragis ketika salah satu pengunjung tewas secara tak sengaja. Panik, mereka memutuskan untuk mengubur jasad pengunjung tersebut di dalam rumah hantu. Tidak disangka, arwah pengunjung itu mulai bergentayangan, justru membuat rumah hantu mereka semakin menakutkan dan menarik lebih banyak pengunjung. Ketika pihak kepolisian memulai penyelidikan, keempat sahabat ini terjebak dalam serangkaian persekongkolan konyol untuk menutupi kebenaran yang sebenarnya.

  • ––
  • 2016
  • 95 menit

Dono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) kembali beraksi di tengah hiruk pikuknya Jakarta. Mereka sekali lagi berperan sebagai personel sebuah Lembaga Swasta yang bernama CHIIPS (Cara Hebat Ikut-Ikutan Penanggulangan Sosial).Walaupun mereka bersemangat menjalankan tugasnya melayani masyarakat, namun kekacauan selalu timbul akibat aksi mereka yang konyol. Hal ini tentu saja membuat mereka menjadi bulan-bulanan banyak pihak, termasuk Boss mereka. Akhirnya sang Boss menghadirkan Sophie, professional CHIIPS cantik kiriman dari Perancis untuk membantu tugas baru DKI (Dono, Kasino Indro) dalam menangkap para begal. (Film Indonesia)

  • ––
  • 2022
  • 119 menit

Beberapa tahun setelah selamat dari tragedi mengerikan yang merenggut ibu dan adik bungsu mereka, Ian, Rini dan adik-adiknya, Toni dan Bondi, bersama sang ayah memilih tinggal di sebuah rumah susun, percaya bahwa keramaian bisa menawarkan perlindungan. Namun, mereka segera menyadari bahwa banyaknya penghuni justru menambah ancaman ketika mereka tidak mengetahui siapa tetangga mereka sebenarnya. Dalam satu malam yang dipenuhi teror, Rini dan keluarganya harus berjuang untuk menyelamatkan diri. Namun kali ini, kesempatan untuk melarikan diri mungkin sudah terlalu tipis.

  • ––
  • 2018
  • 110 menit

Pada tahun 1990, Milea (Vanesha Prescilla) pindah dari Jakarta ke Bandung dan bertemu dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan) di SMA barunya. Pertemuan yang unik ini memperkenalkan Milea pada sosok Dilan yang cerdas, baik hati, dan romantis. Cara Dilan mendekati Milea berbeda dari pemuda lain, termasuk Beni (Brandon Salim), pacar Milea di Jakarta. Perjalanan cinta mereka dipenuhi berbagai tantangan, dengan hadirnya tokoh-tokoh seperti Beni, Anhar (Giulio Parengkuan), dan Kang Adi (Refal Hadi). Namun, Dilan memberi Milea keyakinan bahwa mereka akan melewati semua rintangan bersama.

  • ––
  • 2022
  • 132 menit

Dodo Rozak (Vino G. Bastian) hanya memiliki satu tujuan sederhana dalam hidupnya: menjadi ayah yang baik untuk putrinya, Kartika (Graciella Abigail/Mawar De Jongh), meskipun kecerdasan dan perilakunya setara dengan anak-anak. Ironisnya, justru Kartika yang sering merawat ayahnya dengan penuh kasih sayang. Kehidupan sehari-hari mereka diwarnai kebahagiaan sederhana, dengan Kartika yang bangga pada ayahnya sebagai penjual balon. Kebahagiaan ini tiba-tiba direnggut ketika Dodo dituduh memperkosa dan membunuh seorang gadis kecil. Dipenjara di sel No.7 yang dipenuhi narapidana ganas, Dodo menghadapi kesulitan luar biasa. Namun, hubungan ayah-anak yang erat membuat para napi dan sipir tersentuh, sehingga mereka membantu menyelundupkan Kartika ke selnya. Keberadaan Kartika membawa atmosfer kebahagiaan di penjara, membuat semua orang mempertanyakan, apakah Dodo yang penuh kasih mampu melakukan kejahatan sekeji itu?

  • ––
  • 2024
  • 100 menit

Jenazah Vina, yang ditemukan di flyover Cirebon, awalnya dianggap sebagai korban kecelakaan motor tunggal. Namun, neneknya, yang diperankan oleh Lydia Kandou, merasa ada yang tidak beres dengan kondisi tubuh Vina yang hancur secara tidak wajar, meski tanpa bukti kuat untuk menyangkal laporan resmi. Dalam dunia lain, Vina merasuki tubuh sahabatnya, Linda, untuk menyelidiki insiden tersebut. Dengan waktu terbatas—hanya tujuh hari sejak kematiannya—Vina harus berjuang melawan waktu untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tragis yang sebenarnya.

  • ––
  • 2019
  • 121 menit

Pada 22 Desember 1990, Dilan (Iqbaal Ramadhan) dan Milea (Vanesha Prescilla) memulai kisah cinta mereka dengan penuh kebahagiaan. Namun, kebahagiaan ini diuji ketika Dilan menghadapi ancaman dikeluarkan dari sekolah akibat terlibat perkelahian dengan Anhar (Giulio Parengkuan). Ketika Dilan semakin sering terlibat dalam perkelahian dan situasi berbahaya, Milea merasa khawatir akan masa depan Dilan dan merasa berhak melarangnya berurusan dengan geng motor.

Kehidupan Dilan semakin rumit saat dia diserang oleh orang tak dikenal. Rasa marah dan dendam membara dalam diri Dilan begitu ia mengetahui identitas pelaku, mendorongnya untuk merencanakan balas dendam. Milea, yang tidak tahan melihat Dilan terus-menerus dalam bahaya, memberikan ultimatum: meninggalkan geng motor atau mengakhiri hubungan mereka.

Di tengah pergolakan ini, muncul Yugo (Jerome Kurnia), putra sepupu jauh ayah Milea, yang baru saja kembali dari Belgia. Yugo sering menghabiskan waktu bersama Milea dan menaruh hati padanya. Namun, di tengah kehadiran Yugo, hati Milea tetap setia pada Dilan, meski tantangan terus menghadang hubungan mereka.

  • ––
  • 2023
  • 121 menit

Di tengah kesulitan ekonomi keluarganya, Sri (Mikha Tambayong) mendapati dirinya diterima bekerja untuk keluarga Atmojo dengan bayaran tinggi, berkat keunikan kelahirannya pada hari Jumat Kliwon. Bersama dua wanita lainnya, Erna (Givina Lukita) dan Dini (Agla Artalidia), mereka dibawa ke sebuah gubuk tersembunyi di tengah hutan yang penuh misteri. Di sana, mereka diberi tugas merawat Dela Atmojo (Gisellma Firmansyah), cucu Karsa Atmojo (Karina Suwandhi), yang terjebak dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat kutukan santet Sewu Dino. Ketiganya tak bisa meninggalkan gubuk tersebut, terikat perjanjian mistis yang memaksa mereka menyelesaikan ritual sampai hari ke-1000. Pelanggaran terhadap perjanjian itu memiliki konsekuensi mengerikan: kematian.

  • ––
  • 2024
  • 122 menit

Makmur (Vino G Bastian), seorang tentara Indonesia, harus meninggalkan istrinya yang sedang hamil tua, Sari (Marsha Timothy), demi membela keutuhan NKRI. Di medan perang, ia berjuang bersama rekan-rekannya: Supra (Indro Warkop), Fajrul (Indra Jegel), Jaka (Tora Sudiro), dan Solah (Rigen Rakelna). Dorongan kuat untuk kembali bertemu dengan sang istri menjadi motivasi utama Makmur untuk bertahan hidup. Kesetiaan dan persahabatan mereka teruji, menghasilkan ikatan yang kuat di antara mereka. Setibanya di rumah, Makmur disambut dengan pelukan hangat Sari dan kebahagiaan menyambut putra mereka yang baru lahir, Cipluk. Teman-teman Makmur ikut bersukacita namun diselimuti sedikit rasa cemburu melihat kemesraan pasangan itu. Ketegangan muncul ketika desas-desus menyebutkan bahwa Sari sebenarnya sudah meninggal, dan yang bersama mereka adalah arwah gentayangan.

  • ––
  • 2024
  • 131 menit

Cinta memang sering kali hadir tanpa diduga. Nisa (Michelle Ziudith) menerima pinangan Aris (Deva Mahenra), dosen muda yang cerdas dan memesona dari kampusnya. Pernikahan mereka tampak seperti kisah dongeng yang sempurna, terlebih dengan kelahiran putri kecil mereka, Raya (Alesha Fadillah). Namun, tidak lama kebahagiaan itu terusik ketika ibu Nisa mengirim putri bungsunya, Rani (Davina Karamoy), untuk tinggal bersama mereka. Awalnya, Rani menjaga jarak dengan Aris, namun seiring waktu, hubungan terlarang perlahan tercipta. Di balik kebahagiaan semu pernikahan mereka, Aris mengkhianati Nisa dengan adik kandungnya sendiri.

  • ––
  • 2025
  • 132 menit

Endah (Ersya Aurelia), Fadhil (Arbani Yasiz), Dwi (Moch Arif Alfiansyah), Hendra (Bukie B Mansyur), Wati (Wavi Zihan), Ningsih (Erika Carlina), dan Franky (Benidictus Siregar) bergabung dengan puluhan penduduk desa lainnya menuju sebuah pabrik gula sebagai buruh musiman guna mempercepat penggilingan tebu saat panen. Suasana tenang mulai berubah ketika suatu malam, Endah terbangun dan mengikuti sosok misterius ke luar mes penginapannya. Sejak saat itu, teror beruntun menghantui para buruh, dimulai dengan kecelakaan kerja yang membahayakan nyawa, hingga kematian tragis seorang buruh di sumur belakang. Perlahan, terkuak bahwa pabrik gula tersebut berdampingan dengan kerajaan demit yang telah murka, menuntut nyawa para buruh sebagai balasannya. Keadaan semakin mencekam ketika mereka harus menghadapi ancaman gaib demi menyelamatkan diri.

  • ––
  • 2008
  • 125 menit

Film dimulai dengan kembalinya Ikal dewasa ke kampung halamannya, memicu kenangan masa kecilnya di desa Gantong, Belitong. Pada hari pertama pembukaan kelas di SD Muhammadiyah, rasa tegang meliputi dua guru, Bu Muslimah dan Pak Harfan, serta sembilan murid yang berharap agar sekolah tidak ditutup karena kurangnya jumlah murid. Harun datang tepat waktu, melengkapi kuota 10 murid yang diperlukan dan memberi sekolah harapan baru. Bu Muslimah menamai mereka "Laskar Pelangi."

Dalam lima tahun penuh tantangan, Bu Mus, Pak Harfan, dan para murid, masing-masing dengan keunikannya, berjuang mempertahankan pendidikan mereka di tengah tekanan untuk menyerah. Ikal, Lintang, dan Mahar, dengan talenta dan kecerdasan mereka, menjadi motor semangat sekolah tersebut. Namun, mereka menghadapi kehilangan ketika salah seorang guru pergi untuk tawaran yang lebih baik, dan duka mendalam ketika Pak Harfan, sosok yang menghidupkan sekolah, meninggal dunia.

Film ini menggambarkan kondisi sosial Belitong di era 70-an, menyoroti kontras antara sekolah miskin dan sekolah elite milik perusahaan tambang, serta mengangkat isu hak pendidikan bagi kaum miskin. Cerita diakhiri dengan pertemuan emosional antara Ikal dan Lintang dewasa, yang terpaksa putus sekolah setelah ayahnya meninggal. Ikal pun menceritakan pencapaiannya meraih beasiswa ke Paris, mewujudkan impian yang sempat mereka bagi.

  • ––
  • 2012
  • 125 menit

Rudy Habibie, seorang jenius di bidang aeronautika, bermimpi besar untuk menciptakan truk terbang guna menyatukan Indonesia. Sementara itu, Ainun adalah dokter muda berbakat dengan karier yang menjanjikan. Pada tahun 1962, di Bandung, kedua sahabat semasa SMP ini bertemu kembali. Habibie langsung terpikat oleh pesona Ainun, sementara Ainun terkesan oleh visi besar Habibie. Berkembangnya cinta di antara mereka berdua berujung pada pernikahan yang membawa mereka ke Jerman.

Perjalanan cinta dan impian mereka menghadapi berbagai tantangan: dinginnya musim salju Jerman, pengorbanan tanpa henti, rasa sepi, dan godaan materi serta kekuasaan ketika kembali ke tanah air. Namun, bersama-sama mereka tak hanya membangun kehidupan baru, tetapi juga saling menguatkan dalam menghadapi setiap rintangan yang menghadang.