Nilai plus justru datang dari jajaran pemain, terutama mendiang Gary Iskak yang tiap kemunculannya meninggalkan kesan kuat. Atmosfer horor klasik Indonesia cukup terasa, tapi naskah terlalu ambisius, kebanyakan konflik dan twist sampai fokus tercerai-berai. Tetap layak disaksikan sebagai penghormatan untuk Gary Iskak dan nostalgia horor lokal.